Pekanbaru, Minggu, 10 Mei 2026, telah dilaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertema “Program Sahabat Lansia: Pendampingan Empatik melalui Konseling Individual untuk Mengurangi Loneliness pada Lansia” bertempat di Panti Sosial Tresna Werdha Husnul Khotimah.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh pembawa acara, Dewi Tri Lestari dan Sherly Syarani Hamdini, yang memandu jalannya acara dengan khidmat dan penuh semangat. Dalam pembukaan, disampaikan tujuan kegiatan sebagai bentuk implementasi kepedulian sosial mahasiswa BKPI kepada para lansia melalui pendekatan konseling individual yang humanis dan empatik.
Selanjutnya, sambutan pertama disampaikan oleh Dr. Tohirin, M.Pd., selaku dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian akademik yang mengintegrasikan keilmuan konseling dengan kebutuhan sosial masyarakat. Beliau menegaskan bahwa mahasiswa BKPI tidak hanya dituntut menguasai teori, tetapi juga harus mampu menghadirkan kebermanfaatan secara langsung di tengah masyarakat, khususnya bagi para lansia yang membutuhkan perhatian emosional dan psikologis.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Mamah Rusniati, selaku pengurus Panti Sosial Tresna Werdha Husnul Khotimah. Beliau menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran civitas akademika BKPI UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Menurut beliau, perhatian dan interaksi yang diberikan mahasiswa menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para penghuni panti yang sangat membutuhkan teman berbagi cerita dan pendengar yang tulus.
Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan konseling individual oleh mahasiswa BKPI kepada para nenek dan atuk penghuni panti. Dalam sesi ini, mahasiswa melakukan pendampingan empatik melalui komunikasi hangat, mendengarkan cerita kehidupan para lansia, memberikan ruang ekspresi emosional, serta membangun suasana konseling yang nyaman dan penuh perhatian. Kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban, sehingga tercipta hubungan interpersonal yang positif antara mahasiswa dan para lansia.
Usai sesi konseling, acara dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan nenek dan atuk penghuni panti. Mereka menyampaikan rasa bahagia, terharu, dan bersyukur atas perhatian yang diberikan. Kehadiran mahasiswa dinilai mampu memberikan semangat baru, mengurangi rasa kesepian, dan menghadirkan suasana hangat yang telah lama dirindukan. Perwakilan mahasiswa juga menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga, memperkuat empati, serta menjadi pembelajaran nyata tentang makna pelayanan kemanusiaan dalam profesi konseling.

Pada sesi penutupan, Prof. Dr. Amirah Diniaty, M.Pd., Kons., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, menyampaikan kesan positif atas suksesnya kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa Program Sahabat Lansia akan terus dilanjutkan sebagai agenda tahunan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan karena memiliki dampak sosial dan edukatif yang sangat besar, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat.
Pernyataan tersebut mendapat respons hangat dari Mamah Rusniati, yang menyampaikan harapan agar kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Beliau menegaskan bahwa program ini sangat bermanfaat dan menjadi “obat hati” bagi para nenek dan atuk di panti. Kehadiran mahasiswa telah membawa kebahagiaan, semangat hidup, dan rasa diperhatikan yang sangat berarti bagi para lansia.
Dengan demikian, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Program Sahabat Lansia berlangsung dengan lancar, penuh makna, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh pihak yang terlibat. Diharapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan pelayanan sosial kemasyarakatan.

