
Pekanbaru, 30 April 2026 – Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Suska Riau melaksanakan praktik konseling individu dengan menggunakan teknik art therapy bagi santriwati SMP Al-Faruqi. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 30 April 2026, pukul 08.00–12.00 WIB, bertempat di Masjid Pondok Pesantren Al-Faruqi dan area rumpang.
Sebanyak 109 santriwati mengikuti kegiatan ini. Setiap santriwati mendapatkan layanan konseling individu secara langsung dengan satu mahasiswa sebagai konselor. Skema ini dirancang untuk memastikan proses konseling berjalan intensif, terarah, dan memberikan ruang eksplorasi emosi secara optimal bagi setiap peserta.


Kegiatan dibuka oleh pembawa acara dari kalangan santriwati yang menggunakan tiga bahasa, yaitu Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Pembukaan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai bentuk penguatan nilai spiritual dalam proses konseling.
Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala SMP Al-Faruqi, Nailil Hidayah, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap santriwati dapat memanfaatkan layanan konseling untuk lebih memahami diri dan mengelola emosi secara sehat.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Dekan FTK UIN Suska Riau sekaligus dosen pengampu mata kuliah Teknik Laboratorium Konseling, Prof. Dr. Amirah Diniaty, M.Pd., Kons. Beliau menekankan pentingnya integrasi pendekatan kreatif seperti art therapy dalam layanan konseling, khususnya untuk membantu peserta didik mengekspresikan emosi yang sulit diungkapkan secara verbal.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Program Studi BKPI, Suci Habibah, M.Pd., Sekretaris Prodi BKPI, Hasgimianti, M.Pd., Kons., Kepala Laboratorium BK FTK, Raja Rahima Munawarah Raja Ahmad, S.Pd.I., M.Pd., Kons., serta dosen pengampu mata kuliah Teknik Laboratorium Konseling, Nur’aini Safitri, S.Pd.I., M.Pd., Kons. Hadir pula dosen BKPI, Dr. Riswani, M.Ed., dan seluruh majelis guru SMP Al-Faruqi.

Dalam pelaksanaannya, teknik art therapy digunakan sebagai media ekspresi diri melalui gambar dan simbol visual. Santriwati diarahkan untuk menuangkan perasaan, pengalaman, dan konflik internal ke dalam bentuk karya seni sederhana. Mahasiswa konselor kemudian memfasilitasi proses refleksi dan pemaknaan terhadap hasil karya tersebut.
Sejumlah santriwati menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan ini. Mereka merasa lebih nyaman dalam mengungkapkan perasaan melalui gambar dibandingkan berbicara secara langsung. Salah satu santriwati mengungkapkan bahwa kegiatan ini membantu dirinya memahami emosi yang sebelumnya sulit dijelaskan. Santriwati lainnya menyebutkan bahwa proses konseling terasa menyenangkan, tidak menegangkan, dan membuatnya merasa didengarkan serta dihargai. Ada pula yang menyampaikan bahwa kegiatan ini membuat dirinya lebih tenang dan mampu melihat solusi dari permasalahan yang dihadapi.
Setelah pelaksanaan konseling, Ketua Program Studi BKPI, Suci Habibah, M.Pd., memberikan materi dan motivasi kepada seluruh santriwati. Dalam sesi tersebut, ia menekankan pentingnya mengenali diri, membangun pola pikir positif, serta meningkatkan ketahanan diri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga mampu membangun semangat dan kepercayaan diri santriwati.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ekspresi emosi, kesadaran diri, serta resiliensi santriwati dalam menghadapi tekanan akademik maupun personal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana praktik langsung bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan keterampilan konseling yang telah dipelajari di kelas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mengembangkan layanan bimbingan dan konseling yang inovatif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
